Film Dokumenter Legenda Keroncong, Gesang, Telah Ditayangkan

gesang

Film dokumenter tentang penyanyi dan pencipta lagu keroncong legendaris, Gesang, telah dirilis dan tayang perdana di auditorium Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta pada Rabu siang (21/10) lalu. Film dokumenter yang berjudul Gesang Sang Maestro Keroncong ini menceritakan riwayat hidup sang maestro dan disutradarai oleh Marselli Sumarno.

“Terima kasih Galeri Indonesia Kaya telah memberi kesempatan kami untuk kembali memperkenalkan salah satu tokoh yang paling inspiratif dalam musik keroncong Indonesia, melalui film dokumenter Gesang Sang Maestro Keroncong,” terang Marselli seperti dikutip dari rilis pers yang diterima Rolling Stone.

Ia pun melanjutkan, “Kami berharap dengan adanya pemutaran film ini, para penikmat seni dapat lebih tertarik untuk menikmati film dokumenter, karena melalui film dokumenter kita dapat lebih mengetahui jerih payah seseorang dalam mencapai titik prestasi yang mereka raih, sehingga kita juga dapat lebih mengapresiasi karya-karya telah mereka ciptakan.”

Mendiang Gesang adalah poros utama perkembangan musik keroncong di Indonesia. Salah satu lagu ciptaannya, “Bengawan Solo”, telah diterjemahkan liriknya setidaknya ke dalam tiga belas bahasa seperti bahasa Inggris, Rusia, Tionghoa hingga Jepang.

“Dalam kesempatan kali ini, Marselli menayangkan sebuah film dokumenter tentang seorang tokoh yang berperan besar dalam musik keroncong Indonesia, Gesang. Semoga pemutaran film dokumenter ini membuat penikmat seni yang hadir dapat semakin mengenal tokoh budaya bangsa serta terinspirasi untuk terus melestarikan musik asli Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation seperti dikutip dari rilis pers.

Gesang dengan nama lengkap Gesang Martohartono lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada 1 Oktober 1917 silam. Dirinya meninggal dunia pada 2010 lalu di usia yang ke-92 tahun. Selain “Bengawan Solo”, lagu Gesang lainnya pun terus terdengar hingga hari ini macam “Jembatan Merah”, yang sering dibawakan ulang oleh kolektif ska instrumental, Sentimental Moods.

 

Source : www.rollingstone.co.id

No comments yet.

Leave a Reply